RAPI Jawa Barat Berikan Bantuan Komunikasi Wanadri pada Kegiatan Jelajah Hutan & Gunung

Bandung – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 10 Provinsi Jawa Barat, memberikan bantuan komunikasi pada kegiatan Wanadri atau Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung.


Foto: Enjang Kusnadi, S.AP., Ketua RAPI Wilayah 13 Kabupaten Sumedang saat koordinasi terkait Bantuan Komunikasi Radio.

Ketua RAPI Daerah 10 Provinsi Jawa Barat Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY) membenarkan hal tersebut.

“Ya betul, kami memberikan bantuan komunikasi kepada Wanadri, yang kegiatannya sudah dimulai sejak tanggal 8 hingga 12 Agustus mendatang,” ujar Yaya di Sekretariat RAPI Jabar, Jl. Kadipaten Raya, Antapani Kidul, Kota Bandung, Sabtu 9/8/25.

Menurut Yaya, bantuan komunikasi itu dilakukan pihaknya setelah RAPI Jabar menerima surat dari Dewan XXVIII Wanadri tertanggal 31 Juli lalu, perihal : Permohonan Bantuan Komunikasi. Dalam surat disebutkan, bahwa bantuan komunikasi radio dibutuhkan dalan rangka menyelenggarakan kegiatan perjalanan gunung – hutan untuk berlatih kemampuan bernavigasi yang di laksanakan di kawasan Gunung Kadaka.

“Rapi Jabar melalui Biro II yang di ketuai Sdr. Nandang Noor Rachmat bersama tim, telah melakukan serangkaian penyiapan hingga eksekusi, mulai menyiapkan sarana dan prasarana, hingga mengawal perjalanan peserta dengan radio komunikasi,” kata Yaya.

Ditambahkan Yaya, selain melibatkan Biro II, RAPI Jabar juga telah berkoordinasi dengan Ketua RAPI Wilayah 09 Kabupaten Subang dan Wilayah 13 Kabupaten Sumedang, sehingga terlibat aktif menugaskan anggota diwilayahnya agar dapat memantau dan berkomunikasi menggunakan radio dengan frekuensi yang telah disiapkan sebelumnya, untuk kegiatan tersebut.

Sementara Wakil Ketua II RAPI Daerah 10 Jawa Barat Nandang Noor Rachmat (JZ10BOM)
menyatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan melalui komunikasi radio kepada anggota Wanadri yang mengadakan perjalanan di hutan wilayah Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Subang.

Nandang, Senin 11/8/25 menjelaskan, mereka (anggota Wanadri) telah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk dengan RAPI Daerah 10 Jawa Barat.

“Khusus kami di RAPI, bantuan komunikasi radio itu bermanfaat jika ada sesuatu hal yang mereka hadapi, atau mereka ingin menyampakan informasi penting selama perjalanan di hutan kepada sekretariat Wanadri,” kata Nandang.

Nandang menyebut, selama di perjalanan keluar masuk hutan itu, mereka bisa tetap melaporkan kegiatannya melalui radio analog yang dimiliki oleh RAPI.

“Jadi kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman Wanadri saat jelajah hutan untuk belajar navigasi darat itu, tetap akan terpantau, dan mereka tetap bisa berkoordinasi dengan kita (RAPI) sehingga perjalanannya bisa lebih mudah. Karena jika ada hal-hal yang sifatnya darurat, mereka bisa menyampaikan kepada RAPI, dan diteruskan kepada sekretariat mereka di Bandung,” jelas Nandang.

Di akhir pernyataannya, Nandang berharap kerjasama antara Wanadri dan RAPI terjalin dengan baik. Bantuan komunikasi yang diberikan oleh RAPI diharapkan berguna bagi semua pihak, termasuk Wanadri.

Untuk diketahui, Wanadri atau Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri adalah organisasi kegiatan alam bebas yang berkedudukan di Bandung yang telah berdiri sejak 1964. Perhimpunan ini bertujuan untuk turut membangun Tanah Air, Bangsa, dan Negara Republik Indonesia melalui pendidikan pemuda-pemudi dengan menggunakan media alam bebas sebagai sarana pendidikan. [gpwk_jz10iib]

Bimbingan Organisasi RAPI Wilayah 25 Kota Bogor Sukses Digelar, 54 Peserta Ikuti dengan Antusias

Bogor, 20 Juli 2025 — Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 25 Kota Bogor sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Organisasi (BO) pada hari Minggu, 20 Juli 2025. Acara berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bogor Utara dan diikuti oleh sebanyak 54 orang peserta dari berbagai kecamatan di Kota Bogor.

Kegiatan BO ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kapasitas anggota RAPI dalam memahami struktur, aturan, serta peran dan tanggung jawab sebagai anggota organisasi komunikasi radio berbasis masyarakat. Acara berlangsung dari pagi hingga sore hari dengan berbagai sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab.

Ketua Panitia Bimbingan Organisasi RAPI Kota Bogor JZ10GEI Endy Ismail Sjofyan dan Ketua RAPI Wilayah 25 Kota Bogor, Jon Suryayuda Sudarso,SH (JZ10IDB) mengatakan bahwa Bimbingan Organisasi ini dipandang penting untuk meningkatkan kapasitas anggota dalam rangka mewujudkan Tri Tertib RAPI (Tertib Organisasi, Tertib Administrasi dan Tertib Komunikasi)

Salah seorang peserta, Deni, menyampaikan kesannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Saya merasa kegiatan BO ini sangat bermanfaat. Selain menambah wawasan tentang organisasi RAPI, saya juga bisa memahami lebih dalam tentang etika komunikasi, peran sosial RAPI dalam kebencanaan, dan pentingnya tertib administrasi anggota. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin digelar agar anggota semakin solid dan profesional,” ujar Deni antusias.

Dalam kegiatan ini,pemateri RAPIDA 10 Jabar Pertama Surya Kelana Putra (JZ10GGG) Sejarah RAPI, Pemateri kedua Wawan Kuswanda (JZ10CFC) yang menyampaikan materi mengenai “Regulasi d an Tata Cara Berkomunikasi”. Menurut Wawan, kegiatan BO adalah fondasi penting dalam membangun RAPI yang berintegritas dan berdaya guna.serta Pemateri Satgas RAPI oleh Nandang Noor R (JZ10BOM).

“Melalui Bimbingan Organisasi, anggota tidak hanya mengenal sejarah dan struktur RAPI, tapi juga memahami tanggung jawab moral dan sosialnya sebagai komunikator masyarakat. Di era digital seperti sekarang, penguatan karakter anggota melalui pembinaan rutin seperti ini menjadi sangat penting,” ujar Wawan Kuswanda dalam sesi penyampaian materinya.

Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna, SE(JZ10BJY), turut hadir memberikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya sangat mengapresiasi semangat dari RAPI Wilayah 25 Kota Bogor yang konsisten melakukan pembinaan terhadap anggotanya. BO ini bukan hanya kegiatan formal, tetapi juga momentum untuk menyamakan visi, memperkuat solidaritas, dan memastikan bahwa setiap anggota RAPI memahami fungsinya dalam pelayanan komunikasi untuk masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat dan kebencanaan,” ujar Yaya Dachyarna.

Dengan terselenggaranya BO ini, diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan wawasan yang diperoleh dalam menjalankan peran sebagai anggota RAPI secara aktif, tertib, dan bertanggung jawab, serta menjadi ujung tombak komunikasi darurat dan kemanusiaan di lingkungannya masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta dan foto bersama seluruh panitia, pemateri, dan pengurus wilayah. (JW Tomo-JZ10VMT)

SERATUSAN PESERTA IKUTI BIMBINGAN ORGANISASI RAPI DI KOTA BANDUNG

Kota Bandung – Seratusan anggota dan calon anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 12 Kota Bandung mengikuti Bimbingan Organisasi [BO], di Auditorium Museum Sri Baduga Jln.BKR Bandung, Minggu 13/7/25.

Kegiatan berthema ‘Satu Langkah Untuk Mewujudkan Tri Tertib RAPI’ itu, dibuka langsung Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat. Selain pemateri internal, Bimbingan Organisasi juga menghadirkan stakeholder terkait ; Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat.

Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY) menyatakan, mewujudkan Tertib Administrasi, Tertib Organisasi dan Tertib Komunikasi adalah hal mutlak yang harus dilakukan oleh Pengurus RAPI dimanapun, dan tentu oleh anggotanya. Karenanya menjadi penting, melalui Bimbingan Organisasi ini, anggota dan calon anggota  mendapat pembinaan dengan materi dan wawasan berbagai hal.

“Selama BO, peserta dikenalkan dengan materi umum terkait organisasi mulai  dari sejarah & organisasi RAPI, kemudian yang penting juga adalah terkait regulasi serta tata cara berkomunikasi”, ujar Yaya.

Dirinya menambahkan, peserta juga mendapat wawasan mengenai peminatan khusus muatan lokal kewilayahan seperti pengenalan Satgas RAPI dan Bantuan Komunikasi atau Bankom.

Yaya menegaskan, ia dan pengurus daerah Jawa Barat sejak setahun lalu secara marathon terus lakukan konsolidari internal dan eksternal di berbagai wilayah kabupaten Kota se Jabar. Bimbingan Organisasi, Rapat Kerja, dan acara silaturahmi yang digelar selama ini menjadi wahana untuk konsolidari internal maupun eksternal karena juga melibatkan stake holder terkait.

“Sebelumnya kegiatan BO di Kabupaten Bogor, Rakerwil di Sumedang, Rakerwil dan BO di Ciamis, belum wilayah lainnya, dan ini masih terus akan berlangsung Kabupaten – Kota lain. Sebagai organisasi yang tak hanya sekadar hobi radio komunikasi, namun  RAPI miliki peran penting dan strategis sebagai mitra pemerintah, terutama saat terjadi kondisi darurat kebencanaan. Karenanya, konsolidasi sangatlah penting”, pungkas Yaya.

Ketua RAPI Wilayah 12 Kota Bandung Saeful Hidayat, S.Pd menjelaskan, pihaknya telah menyelenggarakan BO untuk kedua kalinya. Sebelumnya sebanyak 250 peserta, dan pada pelaksanaan sekarang tercatat 100 peserta.

“Alhamdulillah, peserta yang terdiri dari anggota dan calon anggota RAPI sangat antusias untuk mengikuti Bimbingan Organisasi. Terlihat sejak awal pembukaan hingga akhir, peserta sangat serius berkegiatan”, ungkap Saeful.

Menurutnya, RAPI Kota Bandung selalu menjadi magnet dalam kegiatan BO, terbukti dalam dua kali gelaran , tak hanya peserta dari Kota Bandung yang jadi peserta, namun Bandung Raya ; mulai Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, bahkan Wilayah lain dan ada peserta dari Daerah Lampung.

Sementara seorang pemateri yakni Ravi Rian Ibrani, M.Si – Ketua Tim Sarana, Prasarana, Monitoring, dan Layanan pada Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung, mengapresiasi kegiatan Bimbingan Organisasi yang digelar RAPI. Menurutnya, bimbingan organisasi selain memahami tugas dan fungsi organisasi yang paling utama adalah dalam memahami suatu peraturan peraturan – peraturan yang berlaku.

“Saya mengingatkan agar pengguna frekuensi dalam hal ini anggota RAPI, agar jangan melanggar penggunaannya. Sebab, frekuensi itu merupakan sumber daya yang terbatas, sehingga berpotensi adanya gangguan dan itu sangat rentan sekali terkait dengan pelanggaran penggunaan frekuensi”,  kata Ravi.

Menurutnya, terjadi dinamika pelanggaran penggunaan frekuensi, termasuk di Bandung Raya. Terkait pelanggaran tersebut, pihaknya siap bertugas setiap hari 24jam, dalam mengawasi,  demi terciptanya frekuensi dan penggunaan yang sesuai peruntukan dan peraturan.

Pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat – Eko memaparkan diantaranya terkait dengan Konsep manajemen Bencana  yakni ; Mitigasi, Kesiapsiagaan, Tanggap Darurat dan Pemulihan.

“RAPI dalam fase kebencanaan saat mitigasi dan kesiap-siagaan itu adalah ; edukasi radio ke masyarakaat, berupa latihan dan simulasi. Pada tahap tanggap darurat ; operasi komunikasi darurat,  berupa laporan kondisi lapangan. Serta tahap pemulihan ; yakni dukungan komunikasi pasca bencana”, papar Eko yang disambut antusias peserta.

Heri salah seorang peserta dari Rapi Lokal Bojonagara Kota Bandung mengaku senang dan bangga bisa mengikuti Bimbingan Organisasi. Banyak hal baru yang ia  ketahui setelah mengikuti kegiatan. “Beberapa yang menjadi konsen saya selain organisasi dan regulasi, diantaranya juga terkait kebencanaan. Saya baru mengetahui, ada yang disebut Protokol Komunikasi Darurat. Dimana sebagai anggota RAPI, kita harus memahami dalam menggunakan frekeunsi yang  ditentukan untuk bencana, menyampaikan laporan dengan format standar, menjaga etika komunikasi dengan cara menggunakan bahasa yang singkat, jelas dan tidak panik”, pungkas Heri. [gpwk_jz10iib]

RAPI Daerah 10 Jabar Menggelar Workshop Menulis Berita & Dasar-Dasar Jurnalistik

Kota Bandung, rapidajabar.or.id – Anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 10 Jawa Barat didorong agar mumpuni dalam menyampaikan pesan dalam bentuk berita yang tak hanya dikonsumsi bagi internal anggota, namun juga untuk masyarakat umum. Hal itu disampaikan Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat – Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY) saat sampaikan sambutannya dalam kegiatan Mini Workshop “MENULIS BERITA SINGKAT & DASAR – DASAR JURNALISTIK, yang digelar secara daring, Sabtu Malam 21/06/2025.

Yaya menyatakan, RAPI Daerah 10 Jawa Barat menganggap pada era kekinian, keterbukaan informasi sangat penting, sehingga sebagai sebuah organisasi/ perkumpulan, harus memiliki kemampuan menyampaikan informasi yang komunikatif dengan tepat, akurat, mudah dipahami bagi masyarakat luas.

“ Karena kemampuan dan keterampilan menulis saat ini menjadi hal penting, maka mini workshop yang gelar ini, sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas SDM RAPI, sehingga dapat menumbuhkan semangat menulis dan berbagi informasi positif di lingkungan RAPI”, tandas Yaya

Salah seorang peserta workshop Sudrajat (JZ10MSJ) dari RAPI Wilayah Kabupaten Sukabumi mengapresiasi kegiatan yang digelar RAPI Daerah 10 Jawa Barat. “Kita dijajaran pengurus Kabupaten/Kota sangat menantikan pelatihan ini, karena akan menjadi bekal dalam melengkapi tugas saat di lapangan, seperti dikawasan kebencanaan, sehingga bisa menyampaikan informasi dengan akurat dan jelas”, ungkap Sudrajat.

Peserta mini workshop sangat antusias mengikuti kegiatan, terbukti keseriusan mengikuti hampir dua jam disampaikan materi hingga mempraktekan langsung menulis berita. Pemateri Ganang WK yang juga pengurus RAPI Daerah 10 Jawa Barat menyebut, peserta mampu menerima materi dengan baik, terlihat saat praktek menulis berita dan mengirimkan untuk di terbitkan di website rapidajabar.or.id dengan tidak membutuhkan waktu lama. [GPWK_JZ10IIB]

RAKERDA DAN RAPIMDA RAPI DAERAH 10 PROVINSI JAWA BARAT BERJALAN LANCAR

SOREANG KAB.BANDUNG – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 10 Provinsi Jawa Barat berjalan dengan lancar. Rapat penuh keakraban itu ditandai dengan banyaknya usulan dan masukan berbagai hal terkait rancangan program kerja yang dipaparkan Pengurus Daerah dari berbagai Kepengurusan Wilayah. Rapat yang digelar di Aula Hotel Antik Soreang, berakhir Sabtu 10 Mei 2025 sekira pukul 23:00 WIB, diakhiri dengan penyerahan Keputusan hasil Rakerda dan Rapimda Pengurus Nasioanl, yang selanjutnya diserahkan ke Ketua RAPI Daerah Jawa Barat.

Sebelumnya, Ketua Persidangan Surya Kelana Putra, SE – JZ10GGG memulai rangkaian rapat pleno sejak pukul 16.30 WIB , diskrosing untuk Isoma dan rapat kembali di buka pukul 19.45 WIB. Pada Rapat Parpurna I, dibahas diantaranya terkait Pemeriksaan Keabsaan Kuorum, Pembahasan dan Pengesahan Jadwal Acara, serta Tata Tertib. Dilanjutkan pada Rapat Paripurna II dengan agenda Pembahasan Rancangan Program Kerja Biro 1,2 dan 3, Kesekretariatan dan Kebendaraan . Pada Rapat Paripurna III, penetapan dan pengesahan SK Pengurus Daerah, pembacaan rangkuman hasil Rakerda berlanjut dengan serah terima hasil Rakerda.

Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat – Yaya Dachyarna, SE -JZ10BJY mengatakan, rapat berjalan dengan dinamis, berjalan dengan lancar, walaupun banyak dari peserta rapat menyampaikan pendapat dan usulan.

“Alhamdulillah Rakerda dan Rapimda telah selesai, walau banyak pendapat dan usulan, sebagai catatan yang harus di selesaikan oleh kami di jajaran pengurus daerah, namun secara keseluruhan berjalan dengan lancar” ungkap Yaya.

Masih menurut Yaya, Usulan Usulan yang masuk dari Korwil itu akan menjadi bahan kita dalam menghadapi Rakernas kedepan. “Iya usulan dan pendapat itu bagus, untuk kita kaji sebagai bahan di Rakernas nanti” tambahnya.

Sementara itu, Ketua II RAPI Nasional (Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama Antar Lembaga Pengurus Nasional) Susanto Edy Prayitno – JZ30HAE, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Rakerda dan Rapimda yang telah berjalan dengan baik. Menurut Edy, dinamika yang terjadi selama rapat menunjukkan adanya keberagaman . “Dinamika yang terjadi ini sebagai bentuk keberagaman berorganisasi, dan semoga hasilnya menjadi pedoman untuk bekerja dang mengabdi pada masyarakat” ungkap Susanto.

Masih Susanto, Rakerda dan Rapimda ini mendapat catatan khusus ; pertama, banyak masukan-masukan yang nanti akan disampaikan melalui forum Munas ataupun forum-forum lain kepada pimpinan di nasional dan daerah agar beberapa rekomendasi yang dihasilkan nanti bisa menyempurnakan ataupun menambah beberapa program yang memang sangat dibutuhkan saat ini.

“Kami banyak masukan-masukan dan rekomendasi untuk kami sampaikan kepada pimpinan di Nasional” tambahnya. [ast_gpwk-jz10iib]

RAPI JABAR SIAP GELAR RAKERDA & RAPIMDA

Kota Bandung – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 10 Jawa Barat, siap menggelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) & Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) 2025. Penegasan disampaikan Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat – Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY).

Yaya saat produksi acara “Bincang Tamu Kita” di Studio TV Harmoni di Komplek Mega Asri Kota Bandung Selasa 06/05 menyatakan, Rakerda dan Rapimda digelar di Hotel Antik Soreang Kabupaten Bandung pada Sabtu – Minggu tanggal 10 – 11 Mei 2025.

Yaya dalam paparannya saat bincang – bincang di TV menyatakan, “Rakerda dan Rapimda ini adalah Rapat Kerja Daerah pertama (ke 1) semenjak saya diamanati organisasi pada periode kepengurusan 2024 – 2029”. Ia memastikan, kegiatan sudah siap digelar karena sudah melalui serangkaian persiapan oleh jajaran pengurus daerah. Bertema “Melalui Rakerda & Rapimda RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Kita jalin komunikasi dan sinergitas dengan stakeholder”, kegiatan juga akan dihadiri oleh Pengurus Wilayah se Jawa Barat.

Tema kali ini bagi Yaya menjadi penentu untuk gerak dan operasional jalannya organisasi kedepan, yang dinamis sesuai slogan kepengurusannya yakni : ASIK, Antusias – Sinergitas – Inovatif – Kreatif.

“Slogan yang sejalan dengan tema, yakni Sinergitas dengan Stageholder, adalah peluang sekaligus tantangan. Peluang, karena hari ini atau saat ini tak ada organisasi atau asosiasi yang bisa melaksanakan kegiatannya secara sendirian dan harus bekerja sama, sekaligus tantangan apakah RAPI mampu menjalin kerjasama itu dengan berbagai stageholder terkait”, pungkas Yaya.

Sementara Wakil ketua II Nandang Noor Rachmat (JZ10BOM) menyebut, kunci keberhasilan RAPI jalankan roda organisasi dan program kerja sehingga bermanfaat bagi anggota juga berbagai pihak atau stageholder dan masyarakat umum adalah sinergitas yang tak hanya pentahelix.

“Selama ini kita tahu bahwa kekuatan pentahelix adalah , adanya kolaborasi dengan melibatkan lima komponen penting yakni unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media”, ujar Nandang. Karena itu menurut nya, lima unsur itulah harus selalu dilibatkan dalam proses berorganisasi dengan beragam kegiatan atau program kerjanya. “Jadi saat ini sebenarnya bukan hanya Pentahelix, namun sudah harus Multihelix, mengingat tantangan dan dinamika yang terus melaju berkembali”, kembali Nandang berujar.

Tentu, ada juga hal-hal internal yang tak perlu pihak luar mengetahui dan terlibat, namun ketika sebuah kegiatan harus melibatkan pihak luar, harus dilakukan secara maksimal.

Dalam Bincang Tamu Kita , pengurus RAPI Daerah 10 Jabar juga menyingung pihak pihak luar yang selama ini telah bekerjasama, diantaranya Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, RRI, Basarnas dan masih banyak stageholder terkait lainnya. Nandang juga menyebut, kedepan RAPI Jabar rangkul media serta praktisi komunikasi untuk penguatan kapasitas anggota dalam menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat, tentu sesuai kaidah yang benar dan efektif.

Sementara Wakil Sekretaris RAPI Jawa Barat – R.Joko Wirayattomo (JZ10VMT) mengatakan, hingga Rabu, 07 Mei, sebanyak 26 unsur kepengurusan Wilayah dari Kabupaten / Kota di Jawa Barat akan menghadiri Rakerda di Soreang Kab.Bandung. “Masing – masing wilayah nanti yang hadir ada 3 utusan”, tandas Joko. [gpwk-jz10iib]