GARUT — Musyawarah Wilayah (Muswil) X Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 14 Kabupaten Garut yang digelar di Sekretariat RAPI Garut, Sabtu (15/8/2026), resmi menetapkan Kosim A Hamid (JZ10SA) sebagai Ketua RAPI Wilayah 14 Kabupaten Garut terpilih secara aklamasi.
Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY), menyampaikan bahwa proses pemilihan berjalan kondusif setelah dinamika pencalonan bermuara pada kesepakatan bulat dari seluruh pengurus lokal.
“Pada putaran awal sempat muncul dua nama calon, yakni Pak Uus Darusman (JZ10SK) dan Pak Kosim Abd. Hamid (JZ10SA). Namun dalam perjalanannya, Pak Uus mengundurkan diri dari pencalonan. Sehingga secara aklamasi, 11 RAPI Lokal di Kabupaten Garut sepakat mengusung Pak Kosim untuk memimpin kembali,” ujar Yaya Dachyarna.
Yaya mengapresiasi dukungan penuh dari unsur Forkopimda dan Forkopimcam yang hadir dalam pembukaan Muswil X, serta kinerja panitia pelaksana dan kehadiran jajaran pengurus RAPI Daerah 10 Jawa Barat yang turut memantau jalannya agenda organisasi tersebut.
Secara khusus, Yaya memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ketua demisioner, H. Dodi Mulyadi (JZ10SDS), yang telah menyelesaikan masa baktinya sesuai ketentuan anggaran dasar organisasi. Sesuai AD/ART RAPI, pengurus yang telah menjabat selama dua periode berturut-turut tidak dapat mencalonkan diri kembali secara langsung untuk periode ketiga.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pak Haji Dodi Mulyadi atas dedikasi dan loyalitasnya. Di bawah kepemimpinan beliau, RAPI Kabupaten Garut berkembang sangat pesat; dari yang semula hanya 5 lokal kini berkembang menjadi 11 lokal dengan hampir 800 anggota aktif. Bahkan, beliau berhasil membawa RAPI Garut memiliki gedung sekretariat wilayah sendiri yang menjadi aset organisasi,” puji Yaya.
Dengan kembalinya tampuk kepemimpinan ke tangan Kosim Abd. Hamid JZ10SA —yang juga pernah menjabat sebagai ketua wilayah pada periode sebelumnya—Yaya berharap RAPI Wilayah 14 Kabupaten Garut Masa bakti 2026-2030 dapat terus menjaga soliditas antar Pengurus dan anggota , meningkatkan peran aktif dalam komunikasi kebencanaan, serta melanjutkan tren kemajuan organisasi yang telah terbangun.
Kegiatan Muswil turut dihadiri perwakilan dari RAPI Jawa Barat, yakni Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris, Komandan Satgas, perwakilan Biro 1 dan Biro 2, serta perwakilan dari Wilayah 12 Kota Bandung yang hadir untuk menyaksikan jalannya Muswil. Kehadiran Satgas juga untuk memantau jalannya musyawarah X Tahun 2026 hingga selesai. [gwk_jz10iib]
BANDUNG — Pengurus Daerah Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 10 Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Sekretariat RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Rabu 12/8/26.
Pertemuan ini dihelat menyusul diterbitkannya Surat Keputusan Pengurus Nasional RAPI tertanggal 5 Agustus 2026 tentang Pengesahan Kepengurusan Definitif Pergantian Antar Waktu (PAW) Masa Bakti 2024–2029.
Rakor ini menjadi momentum krusial bagi RAPI Daerah 10 Jabar untuk menyelaraskan langkah, memperkuat komitmen internal, serta membahas agenda strategis organisasi ke depan.
Penguatan Integritas dan Penataan Organisasi Sekretaris RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Bangun Budiarto (JZ10BDT), menyampaikan bahwa agenda utama rakor berfokus pada sosialisasi struktur kepengurusan PAW dan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh jajaran pengurus.
“Pakta integritas atau surat pernyataan ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk siap dan bersedia membangun Rapida 10 Jawa Barat agar menjadi lebih baik lagi ke depan,” ujar Bangun.
Selain konsolidasi internal kepengurusan, rapat koordinasi tersebut juga membahas sejumlah agenda operasional prioritas. Fokus utama mencakup persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) di Kabupaten Garut dan Indramayu, serta penanganan pekerjaan rumah pembinaan organisasi di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bandung Barat. Di samping itu, pengurus mematangkan kesiapan partisipasi dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, sekaligus melakukan inventarisasi dan peremajaan fasilitas sekretariat seperti pengadaan proyektor baru dan penambahan toren air berkapasitas 500 liter.
Ketua Rapida 10 Jabar: PAW Berdasarkan Kebutuhan dan Efisiensi Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna (JZ10BJY), menjelaskan bahwa proses penyusunan PAW telah melewati pertimbangan matang selama hampir dua bulan. Langkah ini diambil untuk merespons dinamika organisasi, adanya pengunduran diri pengurus, penarikan personil ke tingkat nasional, hingga kebutuhan penyegaran kinerja.
“Intinya PAW ini mencakup anggota baru, mutasi, dan rotasi jabatan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan personil,” tegas Yaya.
Dalam rakor tersebut, Yaya turut menegaskan kebijakan mengenai penyatuan struktur Satuan Tugas di tingkat Jawa Barat di bawah nama Satgas RAPI Jabar dengan masa bakti yang diselaraskan bersama periode kepengurusan. Selain itu, diterbitkan pula Surat Keputusan Pengelola Kesekretariatan untuk mengoptimalkan fungsi operasional administrasi sehari-hari.
Dukungan dan Harapan dari DPPOD Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas dan Penasehat Organisasi Daerah (DPPOD) RAPI Jabar, Prof. Dr. Heriyono (JZ10RED), memberikan arahan mengenai pentingnya tata kelola organisasi yang bersih. Sambutan tertulis tersebut disampaikan oleh anggota DPPOD, Mulyana Sulaeman (JZ10AC) dan Deden Faisal Abdalloh (JZ10VFA).
“DP2OD 10 Jawa Barat menekankan pentingnya tertib organisasi, transparansi, akuntabilitas, dan koordinasi yang efektif. Setiap program dan pengelolaan organisasi harus dilaksanakan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Pihak DPPOD berharap seluruh pengurus dapat meningkatkan komunikasi, menyelesaikan persoalan secara terbuka dan objektif, serta menghindari kesalahpahaman antarpengurus. DPPOD juga menyatakan kesiapan menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan rekomendasi agar setiap hasil rapat menghasilkan keputusan serta tindak lanjut yang jelas, terukur, dan bertanggung jawab. [gwk-jz10iib]
GARUT – Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung memperkuat sinergitas dengan komunitas radio di Jawa Barat melalui Bimbingan Teknis Amatir Radio bertema “Sinergitas ORARI dan RAPI: Penguatan Komunikasi Untuk Negeri” yang digelar di Tirtagangga Resort Hotel, Cipanas, Garut, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan ini diikuti 70 peserta, terdiri dari 35 anggota ORARI Daerah Jawa Barat dan 35 anggota RAPI Daerah 10 Jawa Barat. Hadir sebagai narasumber Kepala Balmon SFR Kelas I Bandung Syamsul Huda, ST, M.MT, Wahyu Rudianto selaku Ketua Subtim Kerja Monitoring dan Penertiban Spektrum Frekuensi Radio, serta Hendi Herdiana selaku Ketua Subtim Kerja Kualitas Layanan Spektrum Frekuensi Radio.
Peran Strategis ORARI dan RAPI sebagai Cadangan Komunikasi Syamsul Huda menegaskan ORARI dan RAPI merupakan organisasi resmi yang diatur peraturan menteri dan memiliki peran krusial sebagai penyedia komunikasi alternatif.
“Kedua organisasi ini harus saling melengkapi dan berkolaborasi untuk mengisi celah komunikasi yang tidak bisa disediakan teknologi umum. Tujuannya memastikan informasi tetap tersambung di saat-saat paling kritis, seperti saat bencana atau acara nasional,” ujar Syamsul.
Ia merinci tiga fungsi utama ORARI dan RAPI: Cadangan Nasional – Menjadi tulang punggung komunikasi saat infrastruktur utama lumpuh, Respon Bencana – Bertindak cepat menyampaikan informasi darurat di lapangan, serta Kolaborasi – Sinergi antar organisasi untuk pemenuhan kebutuhan komunikasi public
Tegaskan 3 Pilar Kepatuhan dan Ubah Pendekatan Pembinaan Di tengah besarnya peran sosial, Balmon mengingatkan pentingnya kepatuhan regulasi. Ada tiga pilar wajib: Izin Resmi, Perangkat Bersertifikat, dan Informasi Benar.
“Ini untuk memastikan aktivitas komunikasi radio tetap tertib dan tidak mengganggu spektrum frekuensi lainnya,” tegas Syamsul.
Balmon juga mengubah paradigma pembinaan. Dari pendekatan penindakan, kini bergeser menjadi merangkul dan mendampingi.
“Sinergi ini kami bangun agar potensi-potensi lokal bisa tumbuh dengan benar, bermanfaat bagi masyarakat, dan menjadi kebanggaan ORARI serta RAPI Jawa Barat,” kata Syamsul.
RAPI Jabar: Kuatkan SDM, Optimalkan Satgas dan Adaptasi Teknologi Sejalan dengan itu, Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY), mendorong penguatan kompetensi anggota menghadapi era media sosial dan digital.“Jurnalistik dasar dan public speaking sangat krusial. Kemampuan ini akan sangat berguna saat pelaksanaan Bantuan Komunikasi, seperti Nataru, pengamanan mudik Lebaran, hingga penanganan darurat bencana,” kata Yaya.
Sesuai perubahan AD/ART, RAPI Jabar kini mengoptimalkan fungsi Satgas di bawah koordinasi Ketua. Beberapa di antaranya: Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC), Satgas RAPI Rider (RR), Satgas Jaringan Komunikasi (Jarkom), dan Satgas Bantuan Sosial (Bansos).
Untuk Bansos, RAPI Jabar tengah menyiapkan tim medis yang dipimpin dokter.Yaya menegaskan RAPI harus tetap fokus pada jalur komunikasi saat bencana.
“Sudah ada porsi tugas BNPB, BPBD, Basarnas. Seluruh kegiatan Bankom harus bersinergi dengan pemerintah dan aturan Balmon,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penurunan disiplin frekuensi dan meminta Balmon bertindak tegas. Terkait teknologi, Yaya berharap Kemenkomdigi/SDPPI mengkaji ulang regulasi interkoneksi RoIP agar analog dan digital bisa saling melengkapi.
Apresiasi dan Materi Penunjang Yaya menyampaikan apresiasi kepada Syamsul Huda yang selama 4 tahun konsisten memfasilitasi pembinaan RAPI dan ORARI di Lembang, Cianjur, Tasikmalaya, hingga Garut.
Bimtek ditutup dengan materi Administrasi Kesekretariatan oleh Plt Sekretaris Daerah RAPI Jabar Bangun Budiarto, SE (JZ10BDT), dan materi “Menulis Berita Singkat & Sederhana” oleh jurnalis PRSSNI Jabar Ganang W. Kakiyat (JZ10IIB) dengan memanfaatkan teknologi AI.
Dengan transisi peran Balmon dari pengawas menjadi mitra strategis, diharapkan ORARI dan RAPI semakin solid sebagai garda terdepan komunikasi darurat yang legal, profesional, dan terintegrasi di Jawa Barat.
“Dalam hening, kita menemukan jati diri. Dalam sepi, kita memperkuat tali silaturahmi. Mari jadikan momentum Catur Brata Penyepian untuk membersihkan jiwa dan mempererat kerukunan antar sesama anggota RAPI dan masyarakat Jawa Barat.”
Bandung, RAPIDA 10 JABAR – Dalam rangka memperkuat organisasi dan menyambut Musyawarah Nasional (Munas) RAPI ke-IX tahun 2026, RAPI Daerah 10 Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda). Acara yang digelar pada Minggu, 11 Januari 2026, di Gedung Sekolah Muhammadiyah, Kota Bandung, ini bertujuan untuk menghimpun aspirasi serta merumuskan arah kebijakan yang akan dibawa dalam forum nasional.
Mengangkat tema “Penguatan Peran RAPI Daerah 10 Jawa Barat dalam Tata Kelola Organisasi Menuju Munas RAPI 2026 yang Demokratis dan Visioner”, Rapimda kali ini menegaskan komitmen RAPI Jawa Barat dalam mewujudkan organisasi yang lebih solid, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna, mengungkapkan pentingnya Rapimda sebagai sarana untuk menggali dan mengakomodasi aspirasi dari daerah. Ia juga menyampaikan harapannya agar pemimpin yang terpilih dalam Munas nanti dapat memperkuat hubungan dan kolaborasi dengan pemerintah di berbagai tingkat, baik pusat maupun daerah.
“Melalui Rapimda ini, kami menyuarakan harapan agar RAPI semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas. Selain itu, kami juga menyampaikan beberapa usulan yang belum terakomodasi dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Peraturan Organisasi (PO) untuk dibahas dalam Munas,” kata Yaya.
Sementara itu, Wakil Ketua II RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Nandang Noor Rachmat, menjelaskan bahwa forum ini melibatkan seluruh pengurus dari kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk menyusun sikap bersama menjelang Munas. Salah satu agenda penting yang akan dibawa ke Munas adalah usulan amandemen AD/ART serta penyempurnaan PO berdasarkan aspirasi daerah.
Nandang juga menambahkan, RAPI Jawa Barat mendorong pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memperluas kuota frekuensi, mengaktifkan kembali alokasi UHF, dan menyempurnakan regulasi terkait komunikasi masyarakat.
Rapimda ini dihadiri oleh 26 pengurus RAPI kabupaten dan kota se-Jawa Barat, yang turut memberikan masukan mengenai evaluasi organisasi dan program kerja mendatang. Hasil dari Rapimda ini akan menjadi bahan resmi dalam Sidang Munas RAPI ke-IX, yang akan diselenggarakan pada 17-18 Januari 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
RAPI Jawa Barat akan mengirimkan tiga delegasi utama ke Munas, yakni Yaya Dachyarna (JZ10BJY), Surya Kelana Putra (JZ10GGG), dan Nandang Noor Rachmat (JZ10BOM). Munas IX ini juga menjadi momen penting dalam pemilihan Ketua Umum RAPI Nasional, diharapkan mampu menghasilkan pemimpin yang visioner dan memperkuat peran RAPI dalam dunia komunikasi masyarakat.
Dengan menggunakan judul yang lebih terstruktur dan kata kunci yang lebih spesifik, seperti “RAPI Jawa Barat Konsolidasi”, “Menuju Munas IX 2026”, dan “Penguatan Organisasi”, berita ini bisa lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari dan lebih relevan dengan audiens yang tertarik pada perkembangan RAPI serta organisasi komunikasi masyarakat.
Sambutan Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY
Bandung, pewarta.id – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 10 Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola organisasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) RAPI ke-IX Tahun 2026.
Rapat tersebut akan dilangsungkan di Aula Gedung Sekolah Muhammadiyah, Jalan Kadipaten Raya No. 4–6, Antapani, Kota Bandung, Minggu (11/1/2026) mendatang.
Rapimda mengusung tema “Penguatan Peran RAPI Daerah 10 Jawa Barat dalam Tata Kelola Organisasi Menuju MUNAS RAPI Tahun 2026 yang Demokratis dan Visioner.” Tema tersebut mencerminkan komitmen RAPI Jawa Barat dalam membangun organisasi yang solid, partisipatif, serta berorientasi pada masa depan.
Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna, SE, menyampaikan bahwa Rapimda menjadi forum penting untuk menghimpun aspirasi, pandangan, serta bahan-bahan strategis dari seluruh kepengurusan RAPI kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Seluruh hasil pembahasan akan dirumuskan sebagai bahan resmi yang dibawa ke Sidang Munas RAPI ke-IX di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, pada 17–18 Januari 2026 mendatang.
“Rapat pimpinan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat posisi Jawa Barat dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi arah kebijakan RAPI Nasional ke depan,” kata Yaya di Bandung, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak 26 kepengurusan RAPI kabupaten/kota di Jawa Barat dilibatkan untuk menyampaikan usulan program kerja dan evaluasi organisasi. RAPI Jawa Barat sendiri akan mengirimkan tiga orang delegasi sebagai perwakilan resmi pada Munas ke-IX.
Selain membahas program dan arah organisasi, Rapimda juga difokuskan pada penyelarasan aturan internal. Beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta Peraturan Organisasi (PO), dinilai perlu penyempurnaan agar selaras dengan dinamika organisasi dan kebutuhan anggota.
“Aspirasi dari daerah, termasuk hal-hal yang belum terjabarkan secara utuh dalam AD/ART maupun PO, akan kami bawa untuk dibahas dan diputuskan di forum Munas,” jelasnya.
Munas RAPI ke-IX juga akan menjadi ajang pemilihan Ketua Umum RAPI Nasional. Yaya berharap, proses demokrasi tersebut dapat menghasilkan pemimpin yang visioner, mampu menjembatani kepentingan anggota, serta memperkuat peran RAPI sebagai organisasi komunikasi masyarakat.
“Semoga Munas nanti melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa RAPI semakin maju, solid, dan adaptif terhadap tantangan ke depan,” pungkasnya. [gp_idg]
Pangalengan Kab.Bandung – Guna memberikan gambaran dan pemahaman yang jelas mengenai program kerja kepada semua jajaran pengurus dan anggota, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 22 Kabupaten Bandung menggelar Musawarah Kerja Wilayah 2025.
Ketua RAPI Wilayah 22 Kabupaten Bandung, Agus Suherman S.IP,M.M (JZ10JAK) mengatakan, Muskerwil atau Rakerwil yang diselenggerakan di Aula Home Stay Dwikora, Jalan Raya Situ Cileunca, Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan Kab Bandung itu diharapkan mampu memberikan gambaran bahwa selama 4 tahun kepemimpinannya (periode 2025-2029) RAPI mau melakukan apa saja, semua akan diurai dan paparkan secara detail.
“Tema kali ini adalah Dengan Musawarah Kerja Wilayah kita tentukan dan wujudkan program kerja 4 tahun ke depan, Menuju RAPI perubahan dan kemajuan,” ujar Agus Jumat, 29/08/2025.
Menurutnya, RAPI di masa yang akan datang ini harus betul-betul bisa mewujudkan slogan garda terdepan dalam komunikasi, apalagi RAPI merupakan aset nasional.
“Pokok bahasan dalam Muskerwil diantaranya yaitu pemantapam administrasi sekretariat, kemudian upaya adanya tempat kantor atau sekretariat untuk kepengurusan tingkat lokal maupun wilayah. Untuk di RAPI Wilayah, kita sudah mempunyai di Baleendah, sudah diperbaiki, dengan renovasi yang kini sangat persentatif untuk dijadikan kantor,” ungkap Agus.
Dirinya juga merinci, materi lainnya adalah pembahasan kegiatan internal, meningkatkan kualitas anggota yang dilakukan melalui pertemuan, rapat, diskusi dan penugasan, sehingga dapat menumbuh kembangkan kesadaran berorganisasi, termasuk melalui penanaman kesadaran, bekerjasama, dan silaturahmi, serta kesadaran bela negara dan cinta tanah air.
“Penyelenggaraan bimbingan organisasi nantinya juga kan dilaksanakan, sehingga anggota dan pengurus benar – benar mampu mengimplementasikan kode etik rapi sesuai AD/ART dan regulasi yang berlaku,” tambah Agus.
Muskerwil RAPI Kabupaten Bandung, rencananya diikuti oleh 14 kepengurusan tingkat lokal, dengan leibatkan kepesertaan mulai Ketua, sekretaris, dan Bendahara. Kegiatan juga akan dihadiri Ketua Daerah 1O RAPI Jawa Barat, beserta unsur kepengurusan laiunnya.
Tak hanya secara internal mengundang kepengurusan, panitia Muskerwil juga telah mengundang unsur Forkompimcam mulai Camat, Danramil, Kapolsek, serta Kepala Desa terdekat dengan lokasi penyelenggaraan acara. Tak hanya itu, sejumlah Perusahaan-perusahaan yang telah mendukung dan mensupport kegiatan juga akan diundang. [gpwk_jz10iib]
Sukabumi, 24 Agustus 2025 – RAPI Wilayah 06 Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Bimbingan Organisasi (BO) pada tanggal 24 Agustus 2025 yang dihadiri oleh berbagai pengurus dan anggota. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah RAPI Daerah 10 Jawa Barat, H. Nandan Suhendan, S.Pd., SKM, M.Kes (JZ10VVC), yang turut memberikan sambutan dan arahan mengenai pentingnya peningkatan kualitas organisasi dalam menghadapi tantangan komunikasi masa depan.
Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Surya Kelana Putra, SE (JZ10GGG) dan Mulyadi (JZ10NK), yang memberikan materi seputar pengembangan organisasi dan pemahaman lebih dalam mengenai sistem komunikasi yang tepat dan efektif untuk anggota RAPI. Mereka berbagi wawasan tentang pengelolaan komunikasi yang lebih efisien dan bagaimana anggota RAPI dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.
Selain pengurus RAPI Wilayah 06 Kabupaten Sukabumi, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Sekretaris Daerah JW.Tomo (JZ10VMT) dan berbagai tamu undangan lainnya yang turut meramaikan acara. Dalam kesempatan ini, H. Nandan Suhendan menekankan pentingnya konsolidasi dan pembelajaran berkelanjutan bagi anggota RAPI agar dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
“Bimbingan Organisasi ini merupakan bagian dari upaya kita untuk terus memperkuat kapasitas anggota RAPI. Kami berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi semua peserta untuk meningkatkan kualitas komunikasi yang lebih baik dan profesional,” kata H. Nandan dalam sambutannya.
Kegiatan BO kali ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para anggota RAPI Wilayah 06 Kab Sukabumi, serta mempererat kerja sama antar anggota dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang komunikasi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi RAPI di Kab Sukabumi, sekaligus mendukung program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan terlaksananya acara Bimbingan Organisasi ini, RAPI Wilayah 06 Kab Sukabumi semakin menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kualitas dan profesionalisme organisasi, serta siap berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di masa depan.
Depok, 24 Agustus 2025 – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Kota Depok merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-29 pada Sabtu, 24 Agustus 2025, dengan semangat meriah yang melibatkan berbagai kegiatan seru. Dalam perayaan ini, RAPI Kota Depok juga mengumumkan peluncuran program baru yang akan menyasar kalangan pelajar, mahasiswa, dan pemerintah, yakni Go to School, Go to Campus, dan Go to Government.
Peringatan Harlah ke-29 ini menjadi momentum untuk memperkuat peran RAPI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang terus memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam bidang komunikasi. Ketua RAPI Provinsi Jawa Barat (JZ10BJY), Yaya Dachyarna, dalam sambutannya menyatakan bahwa acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menegaskan pentingnya komunikasi analog yang tetap relevan, terutama dalam situasi darurat.
“Komunikasi analog tetap menjadi andalan kami, karena saat bencana terjadi, saluran digital bisa mati, sementara sistem analog tetap bisa berfungsi hanya dengan baterai. Itulah mengapa kami tetap mempertahankan sistem ini, yang sangat berguna dalam mendukung BPBD, Basarnas, dan instansi lainnya,” ujar Yaya.
Acara yang berlangsung meriah ini dimulai dengan apel bersama, diikuti lomba mancing, bazar, lomba tebak sinyal, hiburan, dan pembagian doorprize. Kehadiran anggota dari berbagai wilayah Jabodetabek semakin menambah semarak acara. “Alhamdulillah, Harlah RAPI ke-29 di Kota Depok ini dihadiri anggota dari berbagai wilayah. Ini adalah momentum yang sudah lama tidak dirayakan semeriah ini, sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia,” tambah Yaya Dachyarna.
Selain itu, Yaya juga mengungkapkan bahwa RAPI berperan aktif dalam pengawasan frekuensi, bekerja sama dengan Balai Monitoring Kelas 1 Bandung dan Jakarta. Mereka mendukung pemerintah untuk menertibkan frekuensi ilegal dan rutin dilibatkan dalam pengawalan kegiatan penting, seperti operasi Nataru, Lebaran, dan kegiatan kepolisian serta TNI.
Di masa depan, RAPI berencana memperkenalkan program Go to School, Go to Campus, dan Go to Government untuk memberikan edukasi komunikasi kepada generasi muda, termasuk Pramuka, OSIS, dan perangkat pemerintahan hingga tingkat RW. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya komunikasi yang benar dan efektif, serta mengajak lebih banyak kalangan muda untuk bergabung dengan RAPI.
Sementara itu, Ketua RAPI Kota Depok (JZ10HTG), Muhamad Lutfi, menegaskan dukungannya terhadap penguatan komunitas muda dan komitmennya untuk memperbesar peran RAPI di Kota Depok. “Kami sudah memiliki hampir 1.000 anggota aktif, termasuk dari komunitas mobil, dan kami terus mengajak masyarakat untuk menggunakan frekuensi yang sah. Kami juga berencana melakukan MoU dengan Walikota Depok agar anggota RT/RW bisa ikut bimbingan organisasi,” ungkap Lutfi.
RAPI Kota Depok yang kini sudah menggunakan HT dengan izin resmi berharap bisa memperluas pengaruhnya di masyarakat. Dengan adanya kerja sama lintas sektor, mereka bertekad agar RAPI bisa memberikan manfaat lebih besar untuk masyarakat dan pemerintah.
Acara Harlah ke-29 ini tidak hanya merayakan perjalanan panjang RAPI, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menjaga komunikasi yang tetap efektif dan bermanfaat bagi banyak pihak, baik dalam situasi darurat maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Karawang – Wilayah Kabupaten Karawang dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik pada Rabu, 20 Agustus 2025 pukul 19:54:55 WIB. Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,7. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.52 LS dan 107.25 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 km Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada kedalaman 10 km.
Gempa dipicu West Java back arc thrust
Siaran Pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang dipicu oleh sumber gempa sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust).
Dampak gempabumi berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi dirasakan di wilayah Bekasi dengan Skala Intensitas III – IV MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu – pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, diluar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi), Di Purwakarta, Cikarang dan Depok dengan Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah).
Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu, Di Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur dengan Skala Intensitas II – III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang – Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Getaran juga terasa di Tangerang, Pandegalang, Cianjur dan Pelabuhanratu, Lebak dengan Skala Intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan dengan magnitude M2.1.
Data sementara diolah Pusdalops PB BPBD Provinisi Jawa Barat hingga 21 Agustus pukul 07:00 WIB menyebutkan, sebanyak 26 Kepala Keluarga atau 94 jiwa terdampak. Tersebar masing – masing kejadian di Kabupaten Karawang, yakni di Kecamatan Telukjamabe Barat, Klari, Pangakalan, Tegalwaru, dan Ciampel. Sementara di kabupaten Bekasi kecamatan terdampak di Bojongmangu. Sebanyak 35 unit rumah warga terdampak, 4 unit fasilitas umum, dan 1 tempat ibadah.
Hadi Sero anggota RAPI JZ10JVU yang juga warga Sukabungah Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi Kamis siang mengisahkan, getaran gempa terasa besar di kampungnya. Bahkan menurutnya sebuah tempat ibadah terdampak karena gempa.
“Semalam sebuah tempat ibadah roboh bagian atapnya. Selain karena bangunan yang lapuk , diperparah karena guncangan gempa yang cukup kuat,” ungkap Hadi Sero. Dirinya menambahkan, hingga Kamis pagi gempa kecil susulan masih sempat dirasakan.
Sementara, hasil laporan kaji cepat sementara yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang didapati bangunan rumah warga di Kampung Jungkur Kecamatan Tegalwaru dan Kampung Kutamaneuh Kecamatan Tegalwaru mengalami kerusakan di bagian dinding rumah.
Kerusakan fasilitas umum yang terdata sementara meliputi Sekolah Dasar Negeri Kutamaneuh 2 Kecamatan Tegalwaru dan gedung aula serbaguna Kecamatan Pangkalan di Kabupaten Karawang.
Berdasarkan laporan visual hasil kaji cepat menunjukkan langit-langit atau plafon jebol mengenai beberapa meja di salah satu ruang kelas SDN Kutamaneuh 2. Kerusakan juga terlihat di bagian dinding cungkup atap ruang kelas. Serpihan puing dinding jatuh dan berserakan ke tanah. Hal serupa juga terlihat di aula serbaguna kantor Kecamatan Pangkalan. Plafon langit-langit roboh menimpa sarana umum.
Menyikapi intensnya gempa di Bandung Raya dan sekitarnya, jajaran Radio Antar Penduduk Indonesia Daerah 10 Jawa Barat, angkat bicara. Wakil Ketua II RAPIDA JABAR Nandang Noor Rachmat (JZ10BOM) menyatakan, guna menghadapi terjadinya gempa yang saat ini terus-menerus terjadi, khususnya untuk wilayah Bandung Raya, RAPI Jawa Barat sedang intens melakukan koordinasi dengan multipihak.
“Salah satunya, saat ini kami melalui BIRO 2 telah diminta oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjadi tim perumus dokumen rencana kontingensi . Sehingga nantinya kita akan dikonfirmasi oleh Pemprov, melalui dokumen tersebut. Apa yang akan dilakukan RAPI atau kesiapannya dalam menghadapi situasi darurat khususnya, seperti potensi gempa Megathrust Sesar Lembang.
“Kami terus melakukan penguatan kapasitas dan koordinasi dengan elemen masyarakat. Salah satunya beberapa kali kita sudah melakukan pertemuan dengan teman-teman di Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung,” kata Nandang.
Nandang mengungkap, sebelumnya telah koordinasi dengan teman-teman CSO sebuah LSM atau NGO yang tersebar di tiga kabupaten tersebut , diskusi terkait antisipasi dan mekanisme koordinasi di antara masyarakat . Outputnya, setelah disosialisasikan, masyarakat lebih siap dan mereka mempunyai kesiapsiagaan terkait dengan kemungkinan terjadi gempa.
BMKG Catat Adanya Peningkatan Aktivitas Kegempaan Di Sesar Lembang
Sementara disitat dari Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan di Sesar Lembang selama beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau waspada dan memperkuat mitigasi.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu menyebut gempa terjadi di Kabupaten Bandung Barat dengan kekuatan M1,7 pada pukul 12.28 WIB pada Rabu (20/8). Episenter gempa berada di darat pada jarak 3 kilometer barat laut Kabupaten Bandung Barat dengan kedalaman 10 kilometer.
“Berdasarkan monitoring BMKG Bandung, saat ini Sesar Lembang mengalami peningkatan aktivitas kegempaan. Kami mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi,” kata Teguh dalam keterangannya, Rabu (20/8).
Guncangan tersebut dirasakan di wilayah Kabupaten Bandung Barat dengan skala intensitas II MMI atau getaran ringan. Hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan bangunan akibat kejadian itu.
Pada pekan lalu, gempa dangkal berkekuatan M1,8 juga mengguncang wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (14/8). BMKG kala itu juga menyoroti Sesar Lembang yang aktif dan perlu diwaspadai.***[gpwk_jz10iib]