
Bandung, pewarta.id – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 10 Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola organisasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) RAPI ke-IX Tahun 2026.
Rapat tersebut akan dilangsungkan di Aula Gedung Sekolah Muhammadiyah, Jalan Kadipaten Raya No. 4–6, Antapani, Kota Bandung, Minggu (11/1/2026) mendatang.
Rapimda mengusung tema “Penguatan Peran RAPI Daerah 10 Jawa Barat dalam Tata Kelola Organisasi Menuju MUNAS RAPI Tahun 2026 yang Demokratis dan Visioner.” Tema tersebut mencerminkan komitmen RAPI Jawa Barat dalam membangun organisasi yang solid, partisipatif, serta berorientasi pada masa depan.
Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna, SE, menyampaikan bahwa Rapimda menjadi forum penting untuk menghimpun aspirasi, pandangan, serta bahan-bahan strategis dari seluruh kepengurusan RAPI kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Seluruh hasil pembahasan akan dirumuskan sebagai bahan resmi yang dibawa ke Sidang Munas RAPI ke-IX di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, pada 17–18 Januari 2026 mendatang.
“Rapat pimpinan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat posisi Jawa Barat dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi arah kebijakan RAPI Nasional ke depan,” kata Yaya di Bandung, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak 26 kepengurusan RAPI kabupaten/kota di Jawa Barat dilibatkan untuk menyampaikan usulan program kerja dan evaluasi organisasi. RAPI Jawa Barat sendiri akan mengirimkan tiga orang delegasi sebagai perwakilan resmi pada Munas ke-IX.
Selain membahas program dan arah organisasi, Rapimda juga difokuskan pada penyelarasan aturan internal. Beberapa ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta Peraturan Organisasi (PO), dinilai perlu penyempurnaan agar selaras dengan dinamika organisasi dan kebutuhan anggota.
“Aspirasi dari daerah, termasuk hal-hal yang belum terjabarkan secara utuh dalam AD/ART maupun PO, akan kami bawa untuk dibahas dan diputuskan di forum Munas,” jelasnya.
Munas RAPI ke-IX juga akan menjadi ajang pemilihan Ketua Umum RAPI Nasional. Yaya berharap, proses demokrasi tersebut dapat menghasilkan pemimpin yang visioner, mampu menjembatani kepentingan anggota, serta memperkuat peran RAPI sebagai organisasi komunikasi masyarakat.
“Semoga Munas nanti melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa RAPI semakin maju, solid, dan adaptif terhadap tantangan ke depan,” pungkasnya. [gp_idg]



















































