RAPI Kota Depok Rayakan Harlah ke-29 dengan Program Baru dan Komitmen pada Komunikasi Analog

Depok, 24 Agustus 2025 – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Kota Depok merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-29 pada Sabtu, 24 Agustus 2025, dengan semangat meriah yang melibatkan berbagai kegiatan seru. Dalam perayaan ini, RAPI Kota Depok juga mengumumkan peluncuran program baru yang akan menyasar kalangan pelajar, mahasiswa, dan pemerintah, yakni Go to School, Go to Campus, dan Go to Government.

Peringatan Harlah ke-29 ini menjadi momentum untuk memperkuat peran RAPI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang terus memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam bidang komunikasi. Ketua RAPI Provinsi Jawa Barat (JZ10BJY), Yaya Dachyarna, dalam sambutannya menyatakan bahwa acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menegaskan pentingnya komunikasi analog yang tetap relevan, terutama dalam situasi darurat.

“Komunikasi analog tetap menjadi andalan kami, karena saat bencana terjadi, saluran digital bisa mati, sementara sistem analog tetap bisa berfungsi hanya dengan baterai. Itulah mengapa kami tetap mempertahankan sistem ini, yang sangat berguna dalam mendukung BPBD, Basarnas, dan instansi lainnya,” ujar Yaya.

Acara yang berlangsung meriah ini dimulai dengan apel bersama, diikuti lomba mancing, bazar, lomba tebak sinyal, hiburan, dan pembagian doorprize. Kehadiran anggota dari berbagai wilayah Jabodetabek semakin menambah semarak acara. “Alhamdulillah, Harlah RAPI ke-29 di Kota Depok ini dihadiri anggota dari berbagai wilayah. Ini adalah momentum yang sudah lama tidak dirayakan semeriah ini, sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia,” tambah Yaya Dachyarna.

Selain itu, Yaya juga mengungkapkan bahwa RAPI berperan aktif dalam pengawasan frekuensi, bekerja sama dengan Balai Monitoring Kelas 1 Bandung dan Jakarta. Mereka mendukung pemerintah untuk menertibkan frekuensi ilegal dan rutin dilibatkan dalam pengawalan kegiatan penting, seperti operasi Nataru, Lebaran, dan kegiatan kepolisian serta TNI.

Di masa depan, RAPI berencana memperkenalkan program Go to School, Go to Campus, dan Go to Government untuk memberikan edukasi komunikasi kepada generasi muda, termasuk Pramuka, OSIS, dan perangkat pemerintahan hingga tingkat RW. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya komunikasi yang benar dan efektif, serta mengajak lebih banyak kalangan muda untuk bergabung dengan RAPI.

Sementara itu, Ketua RAPI Kota Depok (JZ10HTG), Muhamad Lutfi, menegaskan dukungannya terhadap penguatan komunitas muda dan komitmennya untuk memperbesar peran RAPI di Kota Depok. “Kami sudah memiliki hampir 1.000 anggota aktif, termasuk dari komunitas mobil, dan kami terus mengajak masyarakat untuk menggunakan frekuensi yang sah. Kami juga berencana melakukan MoU dengan Walikota Depok agar anggota RT/RW bisa ikut bimbingan organisasi,” ungkap Lutfi.

RAPI Kota Depok yang kini sudah menggunakan HT dengan izin resmi berharap bisa memperluas pengaruhnya di masyarakat. Dengan adanya kerja sama lintas sektor, mereka bertekad agar RAPI bisa memberikan manfaat lebih besar untuk masyarakat dan pemerintah.

Acara Harlah ke-29 ini tidak hanya merayakan perjalanan panjang RAPI, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menjaga komunikasi yang tetap efektif dan bermanfaat bagi banyak pihak, baik dalam situasi darurat maupun dalam kehidupan sehari-hari.

RAPI Wilayah 31 Mengikuti Upacara HUT RI Ke 80 Tingkat Kota Sukabumi

Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Sukabumi digelar khidmat di Lapang Merdeka, Ahad (17/8/2025). Dengan tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, acara dihadiri jajaran pemerintah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, dan warga.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bertindak sebagai inspektur upacara. Ia mengajak masyarakat menjaga persatuan, gotong royong, serta mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Ayep juga menegaskan komitmen pemerintahannya untuk membangun Sukabumi yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.

Rangkaian upacara ditutup dengan berbagai penampilan yang menumbuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan warga Sukabumi terhadap NKRI.

RAPI Wilayah 31 Kota Sukabumi Ikut Upacra Taptu dan Pawai Obor Sambut HUT ke-80 RI

Sukabumi – Ratusan warga memadati pusat Kota Sukabumi pada Sabtu (16/8/2025) malam dalam pawai obor menyambut HUT ke-80 RI.

Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias membawa obor bambu. Di barisan depan, drumband dan pembawa bendera menambah semarak suasana.

Dari tribun kehormatan, jajaran pejabat, TNI-Polri, hingga organisasi kepemudaan juga ikut berbaris membawa obor. Suasana terasa khidmat sekaligus penuh kegembiraan.

Rute pawai dimulai dari Balai Kota Sukabumi, melintasi sejumlah jalan utama, dan berakhir di Plaza Balai Kota.

GEMPABUMI TEKTONIK M4,9 DIRASAKAN DI KABUPATEN KARAWANG

Karawang – Wilayah Kabupaten Karawang dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik pada Rabu, 20 Agustus 2025 pukul 19:54:55 WIB. Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,7. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.52 LS dan 107.25 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 km Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada kedalaman 10 km.

Gempa dipicu West Java back arc thrust

Siaran Pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan,  memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang dipicu oleh sumber gempa sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust).

Dampak gempabumi berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi dirasakan di wilayah Bekasi dengan Skala Intensitas III – IV MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu – pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, diluar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi), Di Purwakarta, Cikarang dan Depok dengan Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah).

Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu, Di Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur dengan Skala Intensitas II – III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang – Getaran dirasakan nyata dalam rumah.  Getaran juga terasa di Tangerang, Pandegalang, Cianjur dan Pelabuhanratu, Lebak dengan Skala Intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan dengan magnitude M2.1.

Data sementara diolah Pusdalops PB BPBD Provinisi Jawa Barat hingga 21 Agustus pukul 07:00 WIB  menyebutkan, sebanyak 26 Kepala Keluarga atau  94 jiwa terdampak.  Tersebar masing – masing kejadian di Kabupaten Karawang, yakni di Kecamatan Telukjamabe Barat, Klari,  Pangakalan, Tegalwaru,  dan Ciampel. Sementara di kabupaten Bekasi kecamatan terdampak di Bojongmangu. Sebanyak 35 unit rumah warga terdampak,  4 unit fasilitas umum, dan 1 tempat ibadah.

Hadi Sero anggota RAPI JZ10JVU yang juga warga Sukabungah Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi Kamis siang mengisahkan, getaran gempa terasa besar di kampungnya. Bahkan menurutnya sebuah tempat ibadah terdampak karena gempa. 

“Semalam sebuah tempat ibadah roboh bagian atapnya. Selain karena bangunan yang lapuk , diperparah karena guncangan gempa yang cukup kuat,” ungkap Hadi Sero. Dirinya menambahkan, hingga Kamis  pagi gempa kecil susulan masih sempat dirasakan.

Sementara, hasil laporan kaji cepat sementara yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang didapati bangunan rumah warga di Kampung Jungkur Kecamatan Tegalwaru dan Kampung Kutamaneuh Kecamatan Tegalwaru mengalami kerusakan di bagian dinding rumah.

Kerusakan fasilitas umum yang terdata sementara meliputi Sekolah Dasar Negeri Kutamaneuh 2 Kecamatan Tegalwaru dan gedung aula serbaguna Kecamatan Pangkalan di Kabupaten Karawang.

Berdasarkan laporan visual hasil kaji cepat menunjukkan langit-langit atau plafon jebol mengenai beberapa meja di salah satu ruang kelas SDN Kutamaneuh 2. Kerusakan juga terlihat di bagian dinding cungkup atap ruang kelas. Serpihan puing dinding jatuh dan berserakan ke tanah. Hal serupa juga terlihat di aula serbaguna kantor Kecamatan Pangkalan.  Plafon langit-langit roboh menimpa sarana umum.

Gempa Bumi, RAPI Jabar Intens Koordinasi Multipihak

Menyikapi intensnya gempa di Bandung Raya dan sekitarnya, jajaran Radio Antar Penduduk Indonesia Daerah 10 Jawa Barat, angkat bicara. Wakil Ketua II RAPIDA JABAR  Nandang Noor Rachmat (JZ10BOM) menyatakan, guna menghadapi terjadinya gempa yang saat ini terus-menerus terjadi,  khususnya untuk wilayah Bandung Raya, RAPI  Jawa Barat sedang intens melakukan koordinasi dengan multipihak.

“Salah satunya, saat ini kami  melalui BIRO 2 telah diminta oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjadi tim perumus dokumen rencana kontingensi .  Sehingga nantinya kita akan dikonfirmasi oleh Pemprov, melalui dokumen tersebut. Apa yang akan dilakukan RAPI atau kesiapannya dalam menghadapi situasi darurat khususnya, seperti  potensi gempa Megathrust Sesar Lembang.

“Kami terus melakukan penguatan kapasitas dan koordinasi dengan elemen masyarakat. Salah satunya beberapa kali kita sudah melakukan pertemuan dengan teman-teman di Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung,” kata Nandang.

Nandang mengungkap, sebelumnya telah koordinasi dengan teman-teman CSO sebuah LSM atau NGO yang tersebar di tiga kabupaten tersebut , diskusi terkait antisipasi dan mekanisme koordinasi di antara masyarakat . Outputnya, setelah disosialisasikan, masyarakat lebih siap dan mereka mempunyai kesiapsiagaan terkait dengan kemungkinan terjadi gempa.

BMKG Catat Adanya Peningkatan Aktivitas Kegempaan Di Sesar Lembang

Sementara disitat dari Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan di Sesar Lembang selama beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau waspada dan memperkuat mitigasi.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu menyebut gempa terjadi di Kabupaten Bandung Barat dengan kekuatan M1,7 pada pukul 12.28 WIB pada Rabu (20/8). Episenter gempa berada di darat pada jarak 3 kilometer barat laut Kabupaten Bandung Barat dengan kedalaman 10 kilometer.

“Berdasarkan monitoring BMKG Bandung, saat ini Sesar Lembang mengalami peningkatan aktivitas kegempaan. Kami mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi,” kata Teguh dalam keterangannya, Rabu (20/8).

Guncangan tersebut dirasakan di wilayah Kabupaten Bandung Barat dengan skala intensitas II MMI atau getaran ringan. Hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan bangunan akibat kejadian itu.

Pada pekan lalu, gempa dangkal berkekuatan M1,8 juga mengguncang wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (14/8). BMKG kala itu juga menyoroti Sesar Lembang yang aktif dan perlu diwaspadai.***[gpwk_jz10iib]

HUT Pramuka ke-64 Kota Sukabumi Berlangsung Khidmat dan Meriah

Upacara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64 Tingkat Kota Sukabumi digelar di Lapang Merdeka, Rabu (20/8/2025). Acara dihadiri Ketua TP-PKK sekaligus Bunda Siaga Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, jajaran Forkopimda, Kemenag Kota Sukabumi, Asisten Administrasi Umum, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Raden Koesoemo Hutaripto, Kepala Kantor SAR Jakarta, serta mitra kwartir cabang.

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto, menegaskan bahwa peringatan kali ini terasa istimewa karena pada tahun 2024 tidak sempat dilaksanakan.

Selain penyematan tanda kehormatan kepada Pramuka Garuda, juga diberikan penghargaan kepada pemenang lomba memasak berbahan tempe, videografi, dan veonering, serta penghargaan Pancawarsa kepada para pembina.

RAPI Jawa Barat Berikan Bantuan Komunikasi Wanadri pada Kegiatan Jelajah Hutan & Gunung

Bandung – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 10 Provinsi Jawa Barat, memberikan bantuan komunikasi pada kegiatan Wanadri atau Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung.


Foto: Enjang Kusnadi, S.AP., Ketua RAPI Wilayah 13 Kabupaten Sumedang saat koordinasi terkait Bantuan Komunikasi Radio.

Ketua RAPI Daerah 10 Provinsi Jawa Barat Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY) membenarkan hal tersebut.

“Ya betul, kami memberikan bantuan komunikasi kepada Wanadri, yang kegiatannya sudah dimulai sejak tanggal 8 hingga 12 Agustus mendatang,” ujar Yaya di Sekretariat RAPI Jabar, Jl. Kadipaten Raya, Antapani Kidul, Kota Bandung, Sabtu 9/8/25.

Menurut Yaya, bantuan komunikasi itu dilakukan pihaknya setelah RAPI Jabar menerima surat dari Dewan XXVIII Wanadri tertanggal 31 Juli lalu, perihal : Permohonan Bantuan Komunikasi. Dalam surat disebutkan, bahwa bantuan komunikasi radio dibutuhkan dalan rangka menyelenggarakan kegiatan perjalanan gunung – hutan untuk berlatih kemampuan bernavigasi yang di laksanakan di kawasan Gunung Kadaka.

“Rapi Jabar melalui Biro II yang di ketuai Sdr. Nandang Noor Rachmat bersama tim, telah melakukan serangkaian penyiapan hingga eksekusi, mulai menyiapkan sarana dan prasarana, hingga mengawal perjalanan peserta dengan radio komunikasi,” kata Yaya.

Ditambahkan Yaya, selain melibatkan Biro II, RAPI Jabar juga telah berkoordinasi dengan Ketua RAPI Wilayah 09 Kabupaten Subang dan Wilayah 13 Kabupaten Sumedang, sehingga terlibat aktif menugaskan anggota diwilayahnya agar dapat memantau dan berkomunikasi menggunakan radio dengan frekuensi yang telah disiapkan sebelumnya, untuk kegiatan tersebut.

Sementara Wakil Ketua II RAPI Daerah 10 Jawa Barat Nandang Noor Rachmat (JZ10BOM)
menyatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan melalui komunikasi radio kepada anggota Wanadri yang mengadakan perjalanan di hutan wilayah Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Subang.

Nandang, Senin 11/8/25 menjelaskan, mereka (anggota Wanadri) telah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk dengan RAPI Daerah 10 Jawa Barat.

“Khusus kami di RAPI, bantuan komunikasi radio itu bermanfaat jika ada sesuatu hal yang mereka hadapi, atau mereka ingin menyampakan informasi penting selama perjalanan di hutan kepada sekretariat Wanadri,” kata Nandang.

Nandang menyebut, selama di perjalanan keluar masuk hutan itu, mereka bisa tetap melaporkan kegiatannya melalui radio analog yang dimiliki oleh RAPI.

“Jadi kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman Wanadri saat jelajah hutan untuk belajar navigasi darat itu, tetap akan terpantau, dan mereka tetap bisa berkoordinasi dengan kita (RAPI) sehingga perjalanannya bisa lebih mudah. Karena jika ada hal-hal yang sifatnya darurat, mereka bisa menyampaikan kepada RAPI, dan diteruskan kepada sekretariat mereka di Bandung,” jelas Nandang.

Di akhir pernyataannya, Nandang berharap kerjasama antara Wanadri dan RAPI terjalin dengan baik. Bantuan komunikasi yang diberikan oleh RAPI diharapkan berguna bagi semua pihak, termasuk Wanadri.

Untuk diketahui, Wanadri atau Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri adalah organisasi kegiatan alam bebas yang berkedudukan di Bandung yang telah berdiri sejak 1964. Perhimpunan ini bertujuan untuk turut membangun Tanah Air, Bangsa, dan Negara Republik Indonesia melalui pendidikan pemuda-pemudi dengan menggunakan media alam bebas sebagai sarana pendidikan. [gpwk_jz10iib]

Bimbingan Organisasi RAPI Wilayah 25 Kota Bogor Sukses Digelar, 54 Peserta Ikuti dengan Antusias

Bogor, 20 Juli 2025 — Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 25 Kota Bogor sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Organisasi (BO) pada hari Minggu, 20 Juli 2025. Acara berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bogor Utara dan diikuti oleh sebanyak 54 orang peserta dari berbagai kecamatan di Kota Bogor.

Kegiatan BO ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kapasitas anggota RAPI dalam memahami struktur, aturan, serta peran dan tanggung jawab sebagai anggota organisasi komunikasi radio berbasis masyarakat. Acara berlangsung dari pagi hingga sore hari dengan berbagai sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab.

Ketua Panitia Bimbingan Organisasi RAPI Kota Bogor JZ10GEI Endy Ismail Sjofyan dan Ketua RAPI Wilayah 25 Kota Bogor, Jon Suryayuda Sudarso,SH (JZ10IDB) mengatakan bahwa Bimbingan Organisasi ini dipandang penting untuk meningkatkan kapasitas anggota dalam rangka mewujudkan Tri Tertib RAPI (Tertib Organisasi, Tertib Administrasi dan Tertib Komunikasi)

Salah seorang peserta, Deni, menyampaikan kesannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Saya merasa kegiatan BO ini sangat bermanfaat. Selain menambah wawasan tentang organisasi RAPI, saya juga bisa memahami lebih dalam tentang etika komunikasi, peran sosial RAPI dalam kebencanaan, dan pentingnya tertib administrasi anggota. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin digelar agar anggota semakin solid dan profesional,” ujar Deni antusias.

Dalam kegiatan ini,pemateri RAPIDA 10 Jabar Pertama Surya Kelana Putra (JZ10GGG) Sejarah RAPI, Pemateri kedua Wawan Kuswanda (JZ10CFC) yang menyampaikan materi mengenai “Regulasi d an Tata Cara Berkomunikasi”. Menurut Wawan, kegiatan BO adalah fondasi penting dalam membangun RAPI yang berintegritas dan berdaya guna.serta Pemateri Satgas RAPI oleh Nandang Noor R (JZ10BOM).

“Melalui Bimbingan Organisasi, anggota tidak hanya mengenal sejarah dan struktur RAPI, tapi juga memahami tanggung jawab moral dan sosialnya sebagai komunikator masyarakat. Di era digital seperti sekarang, penguatan karakter anggota melalui pembinaan rutin seperti ini menjadi sangat penting,” ujar Wawan Kuswanda dalam sesi penyampaian materinya.

Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna, SE(JZ10BJY), turut hadir memberikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya sangat mengapresiasi semangat dari RAPI Wilayah 25 Kota Bogor yang konsisten melakukan pembinaan terhadap anggotanya. BO ini bukan hanya kegiatan formal, tetapi juga momentum untuk menyamakan visi, memperkuat solidaritas, dan memastikan bahwa setiap anggota RAPI memahami fungsinya dalam pelayanan komunikasi untuk masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat dan kebencanaan,” ujar Yaya Dachyarna.

Dengan terselenggaranya BO ini, diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan wawasan yang diperoleh dalam menjalankan peran sebagai anggota RAPI secara aktif, tertib, dan bertanggung jawab, serta menjadi ujung tombak komunikasi darurat dan kemanusiaan di lingkungannya masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta dan foto bersama seluruh panitia, pemateri, dan pengurus wilayah. (JW Tomo-JZ10VMT)

SERATUSAN PESERTA IKUTI BIMBINGAN ORGANISASI RAPI DI KOTA BANDUNG

Kota Bandung – Seratusan anggota dan calon anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 12 Kota Bandung mengikuti Bimbingan Organisasi [BO], di Auditorium Museum Sri Baduga Jln.BKR Bandung, Minggu 13/7/25.

Kegiatan berthema ‘Satu Langkah Untuk Mewujudkan Tri Tertib RAPI’ itu, dibuka langsung Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat. Selain pemateri internal, Bimbingan Organisasi juga menghadirkan stakeholder terkait ; Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat.

Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat Yaya Dachyarna, SE (JZ10BJY) menyatakan, mewujudkan Tertib Administrasi, Tertib Organisasi dan Tertib Komunikasi adalah hal mutlak yang harus dilakukan oleh Pengurus RAPI dimanapun, dan tentu oleh anggotanya. Karenanya menjadi penting, melalui Bimbingan Organisasi ini, anggota dan calon anggota  mendapat pembinaan dengan materi dan wawasan berbagai hal.

“Selama BO, peserta dikenalkan dengan materi umum terkait organisasi mulai  dari sejarah & organisasi RAPI, kemudian yang penting juga adalah terkait regulasi serta tata cara berkomunikasi”, ujar Yaya.

Dirinya menambahkan, peserta juga mendapat wawasan mengenai peminatan khusus muatan lokal kewilayahan seperti pengenalan Satgas RAPI dan Bantuan Komunikasi atau Bankom.

Yaya menegaskan, ia dan pengurus daerah Jawa Barat sejak setahun lalu secara marathon terus lakukan konsolidari internal dan eksternal di berbagai wilayah kabupaten Kota se Jabar. Bimbingan Organisasi, Rapat Kerja, dan acara silaturahmi yang digelar selama ini menjadi wahana untuk konsolidari internal maupun eksternal karena juga melibatkan stake holder terkait.

“Sebelumnya kegiatan BO di Kabupaten Bogor, Rakerwil di Sumedang, Rakerwil dan BO di Ciamis, belum wilayah lainnya, dan ini masih terus akan berlangsung Kabupaten – Kota lain. Sebagai organisasi yang tak hanya sekadar hobi radio komunikasi, namun  RAPI miliki peran penting dan strategis sebagai mitra pemerintah, terutama saat terjadi kondisi darurat kebencanaan. Karenanya, konsolidasi sangatlah penting”, pungkas Yaya.

Ketua RAPI Wilayah 12 Kota Bandung Saeful Hidayat, S.Pd menjelaskan, pihaknya telah menyelenggarakan BO untuk kedua kalinya. Sebelumnya sebanyak 250 peserta, dan pada pelaksanaan sekarang tercatat 100 peserta.

“Alhamdulillah, peserta yang terdiri dari anggota dan calon anggota RAPI sangat antusias untuk mengikuti Bimbingan Organisasi. Terlihat sejak awal pembukaan hingga akhir, peserta sangat serius berkegiatan”, ungkap Saeful.

Menurutnya, RAPI Kota Bandung selalu menjadi magnet dalam kegiatan BO, terbukti dalam dua kali gelaran , tak hanya peserta dari Kota Bandung yang jadi peserta, namun Bandung Raya ; mulai Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, bahkan Wilayah lain dan ada peserta dari Daerah Lampung.

Sementara seorang pemateri yakni Ravi Rian Ibrani, M.Si – Ketua Tim Sarana, Prasarana, Monitoring, dan Layanan pada Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung, mengapresiasi kegiatan Bimbingan Organisasi yang digelar RAPI. Menurutnya, bimbingan organisasi selain memahami tugas dan fungsi organisasi yang paling utama adalah dalam memahami suatu peraturan peraturan – peraturan yang berlaku.

“Saya mengingatkan agar pengguna frekuensi dalam hal ini anggota RAPI, agar jangan melanggar penggunaannya. Sebab, frekuensi itu merupakan sumber daya yang terbatas, sehingga berpotensi adanya gangguan dan itu sangat rentan sekali terkait dengan pelanggaran penggunaan frekuensi”,  kata Ravi.

Menurutnya, terjadi dinamika pelanggaran penggunaan frekuensi, termasuk di Bandung Raya. Terkait pelanggaran tersebut, pihaknya siap bertugas setiap hari 24jam, dalam mengawasi,  demi terciptanya frekuensi dan penggunaan yang sesuai peruntukan dan peraturan.

Pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat – Eko memaparkan diantaranya terkait dengan Konsep manajemen Bencana  yakni ; Mitigasi, Kesiapsiagaan, Tanggap Darurat dan Pemulihan.

“RAPI dalam fase kebencanaan saat mitigasi dan kesiap-siagaan itu adalah ; edukasi radio ke masyarakaat, berupa latihan dan simulasi. Pada tahap tanggap darurat ; operasi komunikasi darurat,  berupa laporan kondisi lapangan. Serta tahap pemulihan ; yakni dukungan komunikasi pasca bencana”, papar Eko yang disambut antusias peserta.

Heri salah seorang peserta dari Rapi Lokal Bojonagara Kota Bandung mengaku senang dan bangga bisa mengikuti Bimbingan Organisasi. Banyak hal baru yang ia  ketahui setelah mengikuti kegiatan. “Beberapa yang menjadi konsen saya selain organisasi dan regulasi, diantaranya juga terkait kebencanaan. Saya baru mengetahui, ada yang disebut Protokol Komunikasi Darurat. Dimana sebagai anggota RAPI, kita harus memahami dalam menggunakan frekeunsi yang  ditentukan untuk bencana, menyampaikan laporan dengan format standar, menjaga etika komunikasi dengan cara menggunakan bahasa yang singkat, jelas dan tidak panik”, pungkas Heri. [gpwk_jz10iib]

mancingduit